Nama lengkapnya Dealova,
tetapi biasa dipanggil Dea. Ia seorang gadis kecil berusia 9 tahun, dan baru
duduk di kelas 4 SD. Dea bukanlah murid yang selalu masuk ranking 10 besar di
kelasnya. Tetapi bukan berarti Dea termasuk anak yang bodoh. Ia adalah anak
dengan kemampuan sedang-sedang saja. Tetapi hampir semua teman, guru, dan
orang-orang di sekitarnya sangat menyukainya, karena Dea adalah anak yang
ramah, supel, dan baik hati. Ia sangat perhatian kepada siapa saja. Ia juga tak
segan-segan menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Suatu hari, sepulang
sekolah, setelah menunaikan sholat Dzuhur, Dea berpamitan pada ibunya untuk
membeli es krim di warung Bu Ihsan, yang terletak tidak jauh dari rumahnya.
Ketika Dea keluar dari warung Bu Ihsan, ia melihat Kakek Harun sedang duduk di
teras rumahnya sambil melambai-lambaikan koran. Mula-mula Dea tidak
mengacuhkannya. Tetapi kakek itu kembali melambai-lambaikan koran yang dipegangnya
ke arahnya. Dengan ragu-ragu Dea berjalan menuju rumah Kakek Harun.
