12.28.2015

MY NAME IS KAY



Kay turun dari boncengan Ayah dengan wajah cemberut. Ia langsung nyelonong masuk ke kamar dan membanting tubuhnya di kasurnya yang empuk. Di belakangnya, Ibu mengikutinya penuh tanda tanya.

“Ada apa, Kay?” tanya ibu lembut.

Kay tidak menjawab. Ia masih kesal dengan kejadian di sekolah tadi. Masa setiap guru di sekolahnya memanggilnya ‘Diandra Kecil’? Padahal ia kan punya nama sendiri. Kayana. Nama yang cukup indah juga, kan?

Para guru di sekolahnya memanggilnya ‘Diandra Kecil’, bahkan sejak ia masih duduk di bangku Taman Kanak Kanak. Ketika itu ia sering ikut Ayah menjemput Kak Diandra, kakaknya. Nah, sekarang, ketika Kay bersekolah di sekolah yang sama dengan Kak Diandra, para guru masih saja memanggilnya ‘Diandra Kecil’.

2.15.2015

Buku KKPK: KALILA KAMPRETO

Sinopsis : 


Ya ampun, memang ada  nama Kalila Kampreto? Mungkin dia dari Italia, saudaranya Armando atau risottto? Yang kedua, sih, nama pasta yang lezato.



Tapi, di kelas 5A memang ada anak yang bernama Kalila Kampreto. Dia punya kebiasaan aneh yang membuat guru-guru jengkel. Teman-temannya juga jengkel bercampur geli. Ada-ada saja ulahnya jika menemui pelajaran yang tidak disukainya. Kalila paling suka kabur ke kantin atau ke toilet dengan berbagai alasan! Karena itulah nama Kampreto disematkan di belakang nama Kalila.



Tapi, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Saat Kalila di toilet karena kabur dari pelajaran Pak Dwi, Fiki melihat Kalila sedang melakukan sesuatu. Semua teman sekelasnya tertawa geli sambil bergidik jijik. Ih, apa, sih, yang dilakukan Kalila kali ini?






Buku ini bisa didapatkan di toko buku Gramedia, Togamas, Gunung Agung, atau bisa beli online di http://mizanstore.com/detailproduct/52559-KKPK-Kalila-Kampreto

8.19.2014

Buku KKPK: RUMAH COKELAT

Sinopsis:

Nyam-nyam! Bom Bom mengunyah kue jahe tanpa henti. Karena kekenyangan, Bom Bom buang angin. Semua kalang kabut dibuatnya. Bahkan si Nenek Sihir, pemilik rumah cokelat itu pun kelabakan. Tapi, karena itulah Bom Bom dan teman-temannya berhasil menyelamatkan Hansel dan Gretel. Tapi, sekarang mereka bingung mencari jalan pulang! Nah, bagaimana Bom Bom bisa bertemu Hansel dan Gretel? Apakah yang terjadi selanjutnya? ...


Buku ini bisa didapatkan di toko buku Gramedia, Togamas, Gunung Agung, atau bisa beli online di sini.

8.18.2014

Hasna Sudah Menerbitkan Buku Juga, Loh!

Alhamdulillah, setelah hampir 2 tahun tidak pernah nengok ini blog, akhirnya hari ini sampai juga ke sini. Hanya ingin memposting buku-buku yang sudah diterbitkan Hasna, putri keduaku. Ini dia ...


Kumpulan Cerpen
Penerbit DAR! Mizan
2013

11.03.2012

Hore!! Solo Karate Club Juara Umum Kejurda Lemkari Jawa Tengah 2012!


Posting yang amat sangat terlambat. Biarin ah, yang penting posting, hehe ... :D

Sekadar mencatat ...
Dalam Kejurda Lemkari II Jawa Tengah yang berlangsung di GOR Soesilo Soedarman, Gombong, Kebumen, dari tanggal 19 - 21 Oktober 2012 kemarin, Solo Karate Club (SKC) berhasil keluar sebagai Juara Umum mengungguli kontingen Wonosobo yang harus puas di posisi ke-2 dan kontingen Sragen di posisi ke-3.

Solo Karate Club berhasil megumpulkan 14 medali emas, 7 medali perak, dan 6 medali perunggu, melalui berbagai kelompok dan kelas yang dipertandingkan, dari Usia Dini sampai Senior B.

Kejuaraan yang diadakan setiap dua tahun sekali ini berjalan cukup lancar. Sayang sekali terjadi sedikit masalah pada saat pembagian medali. Ketika semua atlet peraih medali sudah dipanggil ke depan, ternyata ada ketidaksesuaian antara medali dan piagam penghargaan. Sehingga pengalungan medali hanya dilakukan untuk beberapa kategori saja. Selebihnya para atlet peraih medali yang sudah berjajar rapih harus membubarkan diri, dan official lah yang mengambil ke panitia.

Seharusnya hal seperti ini tidak akan terjadi jika saja panitia mempersiapkannya dengan matang. Semoga hal-hal seperti ini tidak akan terulang lagi di masa-masa yang akan datang. 

9.25.2012

Buku KKPK: KARATEKA CILIK


OSH!

Alhamdulillah. Buku Thifal yang berikutnya akhirnya terbit juga. Seri Kecil-Kecil Punya Karya yang diterbitkan oleh Penerbit DAR! Mizan. Buku ini bisa didapatkan di toko buku Gramedia, Togamas, Gunung Agung, atau bisa juga dibeli online di sini.

Sinopsis:

9.23.2012

SUSUH

















Ini cerita tentang masa kecil. Di mana pada waktu itu, aku masih duduk di bangku sekolah dasar, antara kelas 2 sampai 4 atau 5, gitu, deh.

Sepulang sekolah, bersama dengan beberapa teman yang lain, aku suka sekali mencari susuh atau sarang burung di pepohonan yang ada di sekitar rumah kami. Kebanyakan, sih, pohon melinjo. Karena di kampung kami, banyak rumah yang halamannya ditanami pohon melinjo. Selain buahnya yang bisa dibikin emping, kulit buah dan daunnya yang muda pun bisa dikonsumsi. Daun mudanya bisa untuk campuran sayur lodeh, bothok, sayur asem, dan beberapa macam masakan sayur lainnya. Kulit buahnya? Bisa juga untuk campuran berbagai macam sayur di atas, sebagai campuran kering tempe, dimasak oseng-oseng, maupun digoreng begitu saja sampai kering.

9.16.2012

KYAI RAJAMALA


Pertama kali melihatnya ketika saya masih duduk di kelas 2 SMA. Waktu itu saya berkunjung ke Museum Radya Pustaka, Solo, ditemani seorang keponakan saya.

Suasana museum yang sepi dan dingin semakin terasa mencekam ketika bau-bau wewangian seolah menguar melewati pintu-pintu dan jendela-jendela yang tinggi, memasuki ruang demi ruang di dalam bangunan museum yang sudah tua. Bulu kuduk saya berdiri demi mengendus bau bunga-bunga itu.

Dengan langkah ragu-ragu dan sedikit takut, saya berjalan ke arah belakang museum. Dan tahulah saya dari mana sumber bau wewangian tadi. Sebuah kembang setaman berada di samping sebuah patung kayu berwujud kepala raksasa. Itulah Canthik Kyai Rajamala.

Canthik Kyai Rajamala adalah kepala perahu milik Pakubuwono IV, yang pada jamannya digunakan untuk menjemput permaisuri Pakubuwono IV yang berasal dari Madura. Konon katanya, perahu itu juga digunakan untuk membagi-bagikan makanan kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Bengawan Solo.

Sebenarnya kepala perahu ini ada dua, tetapi yang satunya lagi  disimpan di Keraton Surakarta. Pada hari-hari tertentu patung ini harus diberi sesajen, berupa kembang setaman, yaitu beberapa jenis bunga yang ditaruh di sebuah wadah dari kuningan dan diberi air. Menurut penjaga museum yang saya temui pada saat saya masih SMA dulu, patung itu akan mengeluarkan bau amis, apabila lupa diberi sesajen.

Dan beberapa waktu yang lalu, ketika ada kesempatan berkunjung ke museum itu bersama suami dan kedua putri saya, gantian putri saya yang mengkeret. Thifal tak pernah lepas dari pegangannya pada punggung ayahnya, sambil ngintip-ngintip kepengin melihat juga. Hihihi.

8.15.2012

Nonton TANAH SURGA ... KATANYA



Pengin ngajak anak-anak nonton film ini. Tetapi ternyata mereka sudah punya agenda sendiri, nonton dan bukber bersama teman-temannya. Ya, sudah, gak jadi nonton, deh. Sebagai gantinya, search di Google sinopsis film ini, dan harus puas dengan cerita mereka usai nonton. Huuuft ...

Sinopsis :

Hasyim, mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia Malaysia 1965 hidup dengan kesendiriannya. Setelah istri tercintanya meninggal, ia memutuskan untuk menikah dan tinggal bersama anak laki-laki satu-satunya yang juga menduda, Haris, dan dua orang anak Haris bernama Salman dan Salina.

Hidup di perbatasan Indonesia Malaysia membuat persoalan tersendiri, karena masih didominasi oleh keterbelakangan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Masyarakat perbatasan harus berjuang setengah mati untuk mempertahankan hidup mereka, termasuk keluarga Hasyim. Namun kesetiaan dan loyalitasnya pada bangsa dan negara membuat Hasyim bertahan tinggal.

7.26.2012

Liburan, Nonton AMBILKAN BULAN


Liburan tinggal seminggu lagi. Anak-anak sudah pada merengek minta beli tas, karena tas mereka sudah rusak ritsluitingnya.

Jadilah, Minggu sore itu kami bertiga (saya, Thifal dan Hasna) pergi ke Matahari  Singosaren. Anak-anak sudah hapal bagian tas di lantai 3. Tanpa menunggu saya, mereka segera meluncur ke lantai 3. Begitu sampai di ujung tangga escalataor, mata mereka tak berkedip menatap poster film Ambilkan Bulan, yang ternyata memang baru diputar di Studio 2.

“Mau nonton itu?” tanya saya.

“Emang boleh?” Hasna balik bertanya.

“Hasna telepon Bapak dulu, deh. Boleh enggak nonton Ambilkan Bulan?” saran saya.

Segera saja Hasna menghubungi bapaknya, dan detik berikutnya wajahnya sumringah sembari berkata, “Boleh, kata Bapak.”

Jarum jam menunjukkan pukul  11.00 WIB. Kami putuskan untuk menonton yang jam 12.30 WIB.Jadi masih ada waktu 1 jam untuk berburu tas sekolahnya anak-anak.

Satu jam kemudian ....

7.20.2012

Buku KKPK: THE BLUE CLUE


Sinopsis :
"Cepat, cepat, sembunyi!" kata Fany dengan suara pelan. Hampir berbisik.

Duuut ...! Suara aneh terdengar jelas di telingaku. Bau tak sedap pun memenuhi ruangan yang ada di balik lemari piala yang berlapis kaca mengilap itu.

"Hahahaha, aku kentut! Sorry, Guys!" kata Fany sambil tersenyum malu.

Ya ampuuun! Gagal total, deh, aksi Detektif Blue Clue menangkap si pencuri! Hihihi... kocak, deh, anak-anak ini. Pengin tahu, kan, bagaimana mereka mengungkap kasus pencurian yang kerap terjadi di sekolah mereka? Baca sekarang, yuk!

Buku KKPK: Bloreng, di Mana Kau?



Sinopsis :

Hewan apa yang berbulu halus, berkumis panjang, dan berwajah imut? Ya, kucing, tentu! Aih ... menggemaskan, ya? Pantas saja Thifal cinta banget kepada hewan yang satu ini. Bukan hanya Sparkles, kucingnya yang dia sayangi, tapi juga Blonteng dan Bloreng, kucing tetangganya. Bahkan, ketika Bloreng menghilang, Thifal yang sibuk mencarinya ke mana-mana.

6.29.2012

Liburan, Nonton BRAVE


Libur telah tiba --- libur telah tiba ... hore hore horeee!!!
Itu penggalan lagunya Tasya, yang masih sering dinyanyikan kalau liburan tiba.

Liburan sekolah kali ini, anak-anak saya sering protes karena tidak bisa liburan ke mana-mana. Maklum, ortunya belum bisa ambil cuti karena tanggung jawab pekerjaan (halah lebay ...).

Sebenarnya kasihan juga, sih, melihat mereka hanya di rumah dan kadang-kadang main ke rumah teman-temannya. Kegiatan mereka hanya nonton TV, ngegame di kompi, inetan, baca buku, dan ... yang jelas seperti mereka bilang ‘membosankan’!

Nah, kemarin sore, sepulang dari rumah temannya, Hasna minta ijin mau nonton film di XXI bareng sama kakaknya dan teman-temannya. Dia tanya film apa saja yang lagi main di XXI? Bersama Thifal, kakaknya, saya bantu cari info di google. Dan akhirnya, diputuskan mereka akan nonton BRAVE.

Brave adalah film animasi yang bercerita tentang seorang putri pemberani bernama Merida. Putri dari pasangan Raja Fergus dan Ratu Elinor ini berbeda dari putri-putri lainnya. Kalau biasanya seorang putri kerajaan itu anggun, berperilaku manis dan hanya diam di istana, Merida ini tomboy sekali! Ia ingin menjadi putri yang tangguh dan pemberani. Hobinya memanah dan berburu. Sayangnya, kedua orang tuanya menentang keinginan itu.

What?! Sang pemberani ditentang? Putri Merida pun berontak! Ia meminta bantuan kepada seorang penyihir yang ditemuinya secara tak sengaja, karena dituntun oleh api roh yang katanya dapat merubah takdir. Bukannya berhasil, ia malah membuat kekacauan di istana yang membahayakan sang putri sendiri. Merida pun harus mempertanggungjawabkan semuanya. Ia harus benar-benar membuktikan keberaniannya untuk mengembalikan keadaan istana yang aman dan damai seperti dulu.

Akankah usaha Putri Merida berhasil? Apakah ia benar-benar seorang putri yang tangguh dan pemberani? Hehehe ... nonton dulu, deh, bareng Hasna, Thifal, dan teman-temannya.

6.11.2012

Dea Dan Kakek Harun

 Nama lengkapnya Dealova, tetapi biasa dipanggil Dea. Ia seorang gadis kecil berusia 9 tahun, dan baru duduk di kelas 4 SD. Dea bukanlah murid yang selalu masuk ranking 10 besar di kelasnya. Tetapi bukan berarti Dea termasuk anak yang bodoh. Ia adalah anak dengan kemampuan sedang-sedang saja. Tetapi hampir semua teman, guru, dan orang-orang di sekitarnya sangat menyukainya, karena Dea adalah anak yang ramah, supel, dan baik hati. Ia sangat perhatian kepada siapa saja. Ia juga tak segan-segan menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Suatu hari, sepulang sekolah, setelah menunaikan sholat Dzuhur, Dea berpamitan pada ibunya untuk membeli es krim di warung Bu Ihsan, yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Ketika Dea keluar dari warung Bu Ihsan, ia melihat Kakek Harun sedang duduk di teras rumahnya sambil melambai-lambaikan koran. Mula-mula Dea tidak mengacuhkannya. Tetapi kakek itu kembali melambai-lambaikan koran yang dipegangnya ke arahnya. Dengan ragu-ragu Dea berjalan menuju rumah Kakek Harun.

5.24.2012

KENANGAN



Aku memungut selembar amplop coklat tanggung di dekat kakiku. Amplop itu baru saja terjatuh dari sela tumpukan buku-buku tua di lemari ibuku, ketika aku sedang membereskan semua benda milik beliau. Buku-buku catatan pemasukan dan pengeluaran sehari-hari keluarga kami. Catatan dari ketika aku masih belum lahir sampai terakhir sekitar setahun yang lalu, ketika aku sudah menikah dan mempunyai dua orang anak. Ya, ibuku memang rajin mencatat semua pengeluarannya dengan rapi, tidak seperti aku. Entahlah, bagaimana ibuku bisa begitu telaten membuat pembukuan seperti itu. Dulu, ketika aku pertama kali indekos, ibu sering mengajariku membuat catatan pengeluaran seperti itu. Awalnya aku rajin sekali mencatat pengeluaran-pengeluaranku. Tetapi lama kelamaan aku menjadi malas, karena menurutku terlalu ribet, dan akhirnya buku catatan itu hanya mangkrak di rak buku diselimuti debu.
Segera saja kukeluarkan seluruh isi amplop itu. Beberapa lembar foto hitam putih, tampak masih awet gambarnya. Masih cemerlang. Hanya di bagian warna putihnya tampak agak menguning dimakan usia. Aku meneliti satu per satu wajah-wajah yang ada dalam foto tersebut. Hampir aku tidak mengenalinya, tetapi lamat-lamat tampaknya aku mulai mengingatnya. Ada fotoku sendiri ketika masih kecil, mungkin waktu aku masih sekitaran kelas 3 atau 4 SD, aku tidak ingat persis.

5.18.2012

Cerpen PLAGIATOR



Cerpen Plagiator, karya putriku Thifal, bercerita tentang ulah Kiran yang menjiplak karya tulis milik Ayu, teman sekolahnya. Meskipun pada akhirnya Kiran menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada Ayu.

Ide ceritanya terinspirasi dari sebuah kejadian yang dialami sendiri oleh putriku, di mana pada suatu saat dia kehilangan sebuah flahdisk miliknya.  Tetapi konfliknya semata-mata hanyalah pengembangan dari ide itu sendiri, meskipun dia juga memasukkan potongan-potongan pengalamannya dalam cerita itu.  

Saya lupa berapa lama Thifal menyelesaikan cerpennya ini. Mungkin sekitar semingguan, karena ia hanya bisa menulis pada malam hari, seusai belajar. Itu pun kalau tidak keburu ngantuk. Pagi sampai sore ia sekolah. Jum’at libur, tetapi biasanya ia lebih suka main ke rumah temannya sampai sore, atau kadang-kadang teman-temannya yang datang ke rumah. Minggu pun ia harus masuk sekolah, karena ada tambahan pelajaran menjelang Ujian Nasional. Ia sudah kelas enam, dan harus mempersiapkan diri untuk UN.

Kami tidak menyangka ternyata cerpen ini berhasil menjadi Juara Ketiga dalam Lomba Cerpen Nasional Tingkat Sekolah Dasar Tahun 2011. Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Tuhan, Allah SWT, atas prestasi yang telah diraih putri kami. Harapan kami, dia akan semakin termotivasi untuk berkarya dengan lebih baik, dan tetap rendah hati.

Cerpen Plagiator ini ada dalam buku KKPK ‘Hidung Pinokio Niko’ yang diterbitkan oleh Penerbit DAR! Mizan. Semua cerita dalam buku ini adalah karya-karya terpilih Lomba Menulis Cerpen Tingkat SD yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Penerbit DAR! Mizan, tahun 2011.

5.11.2012

Kejahatan Ada di Mana-Mana!


Waktu ikut membesuk teman yang baru selesai operasi kemarin, banyak mendapat cerita seputar pengalaman keluarga pasien yang menunggu di Rumah Sakit. Karena baru saja dioperasi, teman saya masih ditempatkan di ICU. Di ruang ICU ada sebuah ruangan panjang dengan tempat duduk panjang dari semen yang dipasangi keramik, untuk duduk para keluarga pasien. Tempat duduk itu mengingatkan saya pada meja dapur yang ada di rumah. Hanya yang ini jauh lebih panjang. Semua barang bawaan pun hanya ditaruh begitu saja di situ, atau di bagian kolongnya. Malamnya mereka pun terpaksa harus beramai-ramai tidur di ruangan itu dengan alas tikar atau koran.

Dini hari, ketika istri dari teman saya yang sakit terbangun, dia mencari-cari handphonenya. Tiba-tiba seorang laki-laki yang berada tidak jauh darinya bertanya, “Mbak, cari hapenya, ya? Nih, saya amankan di bawah bantal, takut diambil orang. Hape saya saja yang harganya cuman delapan puluh ribu diambil juga.” Setelah berkata seperti itu laki-laki itu pergi begitu saja.
Istri teman saya mengira kalau laki-laki itu adalah saudara dari keluarga pasien yang lain. Ternyata semua keluarga pasien yang ada di situ tidak ada yang mengenalnya. Beberapa saat setelah kejadian itu ada seorang keluarga pasien yang tersadar kalau hape miliknya telah raib, kemudian disusul oleh beberapa orang yang lain.
Belum lagi cerita tentang hilangnya jemuran pakaian istri teman saya itu. Walaupun sebenarnya sudah diperingatkan petugas, supaya jemuran pakaian diawasi, mengingat banyak kejadian pencurian jemuran juga.Tetapi mana mungkin mengawasi jemuran sampai kering? Bisa-bisa ikut garing juga, tuh ... hehehe.
Duh, ternyata benar, kejahatan ada di mana-mana. Tak peduli di mana tempatnya, di rumah sakit, yang nota bene tempat orang-orang yang lagi kesusahan pun, menjadi sasaran kejahatan juga. Rasa-rasanya seperti sudah tidak ada sedikitpun tempat aman lagi di muka bumi ini. Jadi ... waspadalah! Waspadalah! Hihihi ... kayak Bang Napi aja.

4.23.2012

WAZIM


Dulu, ketika kami masih tinggal di Jogja, suami sering pijat ke seorang tukang pijat tuna netra yang berpraktek di sekitaran alun-alun Keraton Yogya. Tukang pijat ini adalah langganan kedua mertua saya. Pada hari-hari yang lain, ketika beliau sedang tidak berpraktek di tempat itu, kami juga bisa datang ke rumahnya. Waktu itu mungkin beliau berusia sekitar lima puluhan sampai enam puluhan tahun (saya tidak tahu persis, karena saya orang yang sangat payah dalam menebak usia seseorang). Kami memanggilnya Pak Wazim, nama yang terdengar cukup unik di telinga saya.

Pak Wazim tinggal di sebuah rumah kecil yang bersih dan rapi, bersama istrinya yang juga seorang tuna netra. Ketiga orang anaknya tinggal di kota yang berbeda, karena pekerjaan mengharuskan mereka tinggal jauh dari kedua orang tua. Anak-anak mereka cukup berhasil dalam hidupnya, mengingat mereka lahir dari keluarga sederhana, dari pasangan tuna netra pula. Saya tidak ingat mereka bekerja sebagai apa, tetapi dari foto-foto yang terpasang di dinding, sepertinya ekonomi mereka cukup bagus. Saya hanya ingat satu dari mereka bekerja di salah satu bank swasta.

4.16.2012

Lomba Menulis Cerpen Kebudayaan Indonesia


Lomba Cerpen Kebudayaan Indonesia: Asyiknya Indonesiaku, yang hadiah utamanya tiket ke UBUD WRITERS & READER Festival di Bali pada Bulan Oktober!
Pada mau ke Bali kan? makanya ayo ikutan Lomba Cerpen Kebudayaan Indonesia: Asyiknya Indonesiaku, dengan syarat sebagai berikut :
Tema: Asyiknya Indonesiaku
Mengangkat Budaya Indonesia yang membuat kita bangga sebagai bangsa Indonesia

Persyaratan lomba:

1.  Naskah bertema tentang nilai positif kebudayaan bangsa Indonesia.
2.  Naskah merupakan hasil karya sendiri, bukan jiplakan atau dibantu pihak lain.
3.  Naskah ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik, font Verdana 12pt, Spasi 1,5pt, 4-6 Halaman dalam bentuk print out ukuran kertas A4
4.  Naskah belum pernah dipublikasikan di media mana pun.
5.  Pengiriman naskah disertai dengan fotokopi identitas diri (kartu pelajar/ dan biodata singkat: nama, umur, sekolah, alamat lengkap, nomor telepon/handphone) alamat e-mail/FB/Twitter.
6.  Peserta adalah warga negara Indonesia berusia di bawah 12 tahun.
7.  Pengiriman naskah dilengkapi dengan potongan Kupon Lomba Cerpen yang terdapat dalam buku terbaru KKPK, yang terbit mulai April 2012.
8.  Naskah dikirim ke alamat Panitia Lomba Cerpen Kebudayaan Indonesia 2012. Penerbit Mizan: Jln. Cinambo No.135 Cisaranten Wetan - Bandung 40294 Telp. 022-7834310 faks. 022-7834311
9.   Naskah harus diterima panitia 13 Juli 2012 (cap pos).

Nah, seperti yang telah disebutkan di atas, Hadiah Lombanya adalah:
1.  Satu Karya Terbaik akan mendapatkan Tiket ke UBUD WRITERS & READERS FESTIVAL di Bali pada Oktober 2012. Satu Pemenang berhak mendapatkan tiket Pesawat PP, Hotel, plus uang saku (berlaku untuk 2 orang).
 2.  20 Naskah terbaik akan diterbitkan KKPK LUKS EDISI KHUSUS Tema Kebudayaan Indonesia.

Satu karya pemenang cerpen terbaik dan 20 cerpen terpilih akan diumumkan pada 1 September 2012. Pengumumannya bisa dilihat di www.mizan.com, www.kecilkecilpunyakarya.com, Facebook dan Twitter KKPK.

Seru kan kejutannya? Jadi tunggu apa lagi? Ayoo persiapkan diri kalian untuk mengikuti Lomba Cerpen Kebudayaan Indonesia 2012 :  Asyiknya Indonesiaku!

SUSAHNYA MENCARI SEKOLAH

Plong sudah. Dua hari yang lalu aku cuti untuk daftar ulang putri pertamaku di sebuah sekolah menengah pertama, sekaligus pertemuan wali calon murid dan komite sekolah. Berarti putriku sudah mendapatkan sekolah, seperti yang diinginkannya.

Beberapa saat yang lalu, kami sempat bingung dan agak tegang memikirkan masalah sekolah ini. Ada 3 alternatif sekolah yang menjadi pilihan kami. Awalnya putriku sudah mantap dengan pilihannya, yaitu di sekolah B. Tetapi ayahnya menginginkan dia bersekolah di sekolah A, dengan banyak pertimbangan ini dan itu. Kebetulan sekolah A ini test masuknya lebih awal. Oleh ayahnya, putriku pun didaftarkan di sekolah A. Begitu tiba hari test, putriku tidak mau berangkat. Ketika dipaksa malah menangis. Duuuh ... gimana, nih? Singkat cerita, akhirnya dia mau berangkat juga, setelah dibujuk-bujuk begitu lama, dengan menahan-nahan perasaan yang siap meledak pula!

Begitu dinyatakan diterima di sekolah A, putriku malah jadi bingung dan bimbang. Di satu sisi dia ingin dengan pilihan awalnya, di sisi yang lain dia mulai jatuh hati pula dengan sekolah A. Sementara aku dan ayahnya, jadi ikut-ikutan bingung, setelah mendengar info dari sana-sini tentang biaya-biaya tak terduga setiap bulannya. Sebenarnya wajar, sih, karena memang ini sekolah swasta, unggulan lagi! Bisa saja dipaksakan, tetapi apakah nantinya kami bisa juga memaksakan diri untuk adiknya, dua tahun yang akan datang? Kami bimbang, tegang, rusuh. Ah ... kenapa masalah memilih sekolah saja bisa bikin stress begini, sih?